Beritaalfath.com Kuala Tungkal - Adanya saling tuding di DPRD Kabupaten Tanjab Barat tidak tanggung-tanggung, tudingan yang dilakukan oleh pimpinan DPRD dan ANGGOTA DPRD ini nampaknya ada yang mau melepaskan jerat Tim TAPD yang menganggarkan Tunjangan Tambahan Penghasilan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) senilai Rp 1,3 Milyar. Sejumlah Pimpinan DPRD antara Ketua dan Wakil ketua serta Anggota DPRD saling beda pendapat soal ini, ada apa ya!.

Seperti yang dikatakan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanjab Barat Ahmad Jahfar, bahwa semua anggaran yang tercantum dalam APBD 2017 melalui pembahasan, termasuk anggaran yang telah dievaluasi Gubernur, tidak ada yang tidak dibahas, juga telah dilakukan akselerasi oleh DPRD pasca evaluasi Gubernur, Ungakap Ahmad Jahfar Politisi Partai Golkar.

Saya menambahkan, melalui peningkatan TKD dan Tunjangan TAPD diharapkan bisa meningkatkan kualitas kerja aparatur, jika tidak ada perubahan tentu akan kita evaluasi, dari dulukan anggaran TAPD sudah ada, tambah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanjab Barat Ahmad Jahfar.

Padahal sudah di beritakan sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Tanjab Barat, Faizal Riza dan Anggota DPRD Jamal Darmawan juga mengatakan bahwa anggaran tersebut memang tidak pernah disampaikan sama sekali, seingatnya, soal ini belum pernah disampaikan ke kita-kita, jelas Ketua DPRD Kabupaten Tanjab Barat faisal riza.

Hal ini juga disampaikan langsung oleh anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tanjab Barat Jamal Darmawan Sie, saat itu dirinya menjabat selaku Ketua Komisi I tidak pernah membahas anggaran tersebut dengan pihak eksekutif yaitu pihak Pemkab, dengan adanya anggaran Rp 1,3 milliar itu, terkesan menghambur-hamburkan uang APBD saja, untuk apa lagi itu di timbulkan, kan sudah ada tunjangan kinerja daerah yaitu (TKD), TKD pun sudah dinaikan anggarannya, Tim TAPD itu juga kerjanya tidak setiap bulan kan, harusnya tidak perlu lagi dianggarkan, TKD sudah ada, tegas Jamal Darmawan Sei.

Sementara itu, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Tanjab Barat, Ambok Tuo mengatakan dirinya tidak mengetahui secara tekhnis persoalan tersebut, menurutnya penganggaran dana ini bukan bagian dia, ini ada di bagian keuangan Setda. (*)

 

 

 

 

 

 

Sumber : japos.co